Kamis, 21 Februari 2013

Pengatur Pertandingan Buron Interpol Disergap di Milan

LYON, KOMPAS.com — Adam Suljic, tersangka yang mengatur pertandingan internasional, yang masuk dalam daftar pencarian orang dengan label Red Notice, telah ditangkap di Milan, Italia. Penangkapan itu dilakukan berkat kerja sama antara kepolisian Italia dan kepolisian Singapura melalui National Central Bureau (NCB) Interpol kedua negara serta dukungan markas besar Interpol di Lyon, Perancis.

Adam Suljic, yang dituduh melakukan perjudian online dan mengatur pertandingan sepak bola internasional, disergap polisi sesaat setelah mendarat di Bandara Malpensa, Milan, Italia, setelah dalam penerbangannya dari Singapura, Kamis (21/2/2013).

Situs Interpol hari Kamis menyebutkan, setelah menerima konfirmasi dari kepolisian Singapura bahwa lelaki berusia 31 tahun itu berada di dalam pesawat, petugas Unit Penyelidikan Pelarian (Fugitive Investigative Support) Interpol dan Command and Coordination Centre, yang siaga 24 jam, bekerja sama dengan kepolisian Italia melalui jalur Interpol. Dengan demikian, petugas dapat memantau segala gerak-gerik buron itu dan kedatangannya di bandara di Milan.

"Penangkapan ini berkat kerja sama antarpetugas kepolisian yang saling berbagi informasi secara real time dan menggunakan jaringan global Interpol untuk melacak lokasi, identitas, dan menangkap tersangka," kata Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald K Noble, dalam situs Interpol.

Pekan lalu Europol (Badan Kepolisian Eropa) mengumumkan bahwa sedikitnya 680 pertandingan di dunia, 380 di antaranya pertandingan di Eropa, termasuk Liga Champions dan kualifikasi Piala Dunia, diatur hasil skornya oleh mafia pertandingan yang bermarkas di Asia.

"Informasi tentang hal ini diterima dari 190 negara di seluruh dunia. Kepolisian negara anggota Interpol dapat membangun hubungan dengan memberi bukti dan nama-nama tersangka. Apa yang kita sekarang butuhkan adalah hukum-hukum nasional yang dimodernisasi, yang mengizinkan kepolisian berbagi informasi melalui saluran Interpol ketika investigasi berlangsung. Dengan demikian, polisi dapat beraksi dengan cepat dan lebih efektif," demikian Ronald K Noble.

"Penangkapan tersangka ini tidak akan terjadi tanpa kerja sama erat antara kepolisian Italia dan kepolisian Singapura dengan dukungan markas besar Interpol di Lyon, juga tidak akan terjadi tanpa kesepakatan di belakang layar antar-penegak hukum," jelas Noble.

"Kepada mereka yang ragu akan kemampuan atau komitmen Singapura memerangi perjudian dan mengatur pertandingan serta menangkap buron, ketahuilah bahwa Singapura akan bertindak setelah bukti cukup dan sesuai hukum yang berlaku. Singapura dan Italia adalah dua negara anggota Interpol yang aktif memerangi kejahatan," kata Sekjen Interpol.
.
Suljic menjadi target Interpol sejak tahun 2012 dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Interpol.

0 komentar:

Cari Blog Ini

Daftar Blog Saya

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut